CALL   021 29563051

Vibrasindo

provide professional services in the diagnosis and monitoring system with the totality of the machines and realialibility data

Rekaman_Gerakan_Harmonik.jpg

Getaran Mekanik

Getaran adalah gerakan bolak-balik dalam suatu interval waktu tertentu.  Getaran berhubungan dengan gerak osilasi benda dan gaya yang berhubungan  dengan gerak tersebut. Semua benda yang mempunyai massa dan elastisitas mampu  bergetar, jadi kebanyakan mesin dan struktur rekayasa (engineering) mengalami  getaran sampai derajat tertentu dan rancangannya biasanya memerlukan  pertimbangan sifat osilasinya.
Ada dua kelompok getaran yang umum yaitu :


1.    Getaran Bebas.
Getaran bebas terjadi jika sistem berosilasi karena bekerjanya gaya yang  ada dalam sistem itu sendiri (inherent), dan jika ada gaya luas yang bekerja. Sistem  yang bergetar bebas akan bergerak pada satu atau lebih frekuensi naturalnya, yang  merupakan sifat sistem dinamika yang dibentuk oleh distribusi massa dan  kekuatannya. Semua sistem yang memiliki massa dan elastisitas dapat mengalami  getaran bebas atau getaran yang terjadi tanpa rangsangan luar
Getaran_Mekanik.jpg

2.    Getaran Paksa

Getaran paksa adalah getaran yang terjadi karena rangsangan gaya luar, jika rangsangan tersebut berosilasi maka sistem dipaksa untuk bergetar pada  frekuensi rangsangan. Jika frekuensi rangsangan sama dengan salah satu frekuensi  natural sistem, maka akan didapat keadaan resonansi dan osilasi besar yang  berbahaya mungkin terjadi. Kerusakan pada struktur besar seperti jembatan, gedung  ataupun sayap pesawat terbang, merupakan kejadian menakutkan yang disebabkan  oleh resonansi. Jadi perhitungan frekuensi natural merupakan hal yang utama.

Getaran_Paksa.jpg
a.    Gerak Harmonik

Rekaman_Gerakan_Harmonik.jpg

Gerak osilasi dapat berulang secara teratur atau dapat juga tidak teratur, jika gerak itu berulang dalam selang waktu yang sama maka gerak itu disebut gerak periodik. Waktu pengulangan tersebut disebut perioda osilasi dan kebalikannya disebut frekuensi. Jika gerak dinyatakan dalam fungsi waktu x (t), maka setiap gerak periodik harus memenuhi hubungan  (t) = x (t + τ ).